Langsung ke konten utama

#19 di 2020: Kuliah


"Ini baju adik lo?"

Yudha mengangguk. "Baju ibu sama bapak juga."

"Lo tinggal berempat berarti sama mereka?"

Yudha menggeleng. "Saya dengan adik di lantai 3. Ibu dan bapak di bawah."

Kiara mengangguk-angguk. "Kok gue baru lihat lo, ya? Padahal gue udah tinggal di sini dua tahun."

Yudha tersenyum, "Saya baru pindah tiga bulan yang lalu. Sebelumnya saya di Jakarta Utara. Diminta bapak menjaga rusun dan adik karena bapak dan ibu kadang suka berdagang ke luar kota."

Kiara mengangguk-angguk. Anak berbakti.

"Kamu kuliah di UI, ya? Angkatan berapa?"

Kiara mengangguk, tidak curiga, karena waktu pertama mereka bertemu Kiara memakai jaket kuning itu. "1997."

"Kamu hebat ya, Kiara."

Kiara menatap Yudha bertanya.

"Kamu itu keturunan Tionghoa, tapi bisa berkuliah di UI, di tahun reformasi pula. Saya sih tidak mempermasalahkan, tapi pasti banyak orang yang mempermasalahkan. Belum lagi kerusuhan di mana-mana. Bahaya sekali kalau kamu berkeliaraan ke mana-mana tahun 1998."

Kiara tidak menjawab, ia mengingat kembali kerusuhan tahun lalu, yang menewaskan kakek dan kakaknya. Memang benar, kuliah di UI berisiko dan berkeliaraan di Jakarta berbahaya. Nyawa taruhannya.

"Maka dari itu saya berani bilang, kamu itu wanita hebat. Buktinya kamu masih berkuliah di UI sampai sekarang. Keluarga besarmu pasti bangga."

*****


Jtn, 19/1/2020

23.15

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Seleksi CPNS 2021 – Seleksi Administrasi

Lulus Februari 2021, saya langsung tancap keyboard , melamar ke berbagai perusahaan lewat platform jobseeker online , bersaing dengan 3000 lebih pelamar di setiap perusahaannya. Kalau dihitung lebih dari 100 perusahaan yang saya lamar, menyesuaikan CV berkali-kali, tapi nihi l. Bisa dihitung jari yang masuk tahap wawancara . Orang tua memang sudah dari awal saya lulus berharap untuk saya ikut seleksi PNS karena kasihan melihat saya yang dari SD selalu berkegiatan penuh seharian, saat itu leyeh-leyeh di rumah berbulan-bulan😂 Akhirnya, sambil tetap melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan, saya berbakti pada orang tua dengan ikut mendaftar seleksi CPNS. Perlu diketahui bahwa proses seleksi CPNS ini dari pengumuman satu ke pengumuman lainnya sangat panjang jedanya, bisa hampir 1 bulan tanpa kepastian. Setiap hari ibu saya menanyakan apa pendaftaran sudah dibuka, setelah pendaftaran, ibu saya menanyakan setiap hari kapan pengumuman seleksi administrasi, lalu setelah lolos ibu saya a...

Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman

Membaca buku Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman , seperti membaca catatan perjalanan yang diabadikan karena tahu dua puluh tahun ke depan, pembaca mungkin tidak akan ingat siapa yang melakukan perjalanan. Bersama dengan empat bapak bangsa Republik Indonesia lainnya, Sukarno, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir; Tempo menerbitkan serial monograf Bapak Bangsa: Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman. Kalau biografi biasanya dirunutkan dari hari kelahiran hingga kematian, buku ini lebih berfokus pada tempat-tempat berkesan bagi Hatta dan teman-teman seperbuangan nya. Lain waktu menghasilkan cerita, tapi tempat menghasilkan cerita. Seperti prolognya, kita akan bertamasya sejarah bersama Bung Hatta. Saat membaca buku ini, kita akan dibawa ke tempat-tempat Hatta menghabiskan waktu dengan buku-bukunya. Dari Bukit Tinggi sampai ke Rotterdam, hingga ke pengasingan di Banda Neira. Dari menguatkan pondasinya sebagai seorang Muslim dan berkenalan dengan buku, hingga mempertahankan prinsip sebagai akademisi di...