Langsung ke konten utama

#10 di 2020: Hujan


"Dari mana?"

Bukannya menyambut, ia malah mengeluarkan pertanyaan bernada dingin itu. Huh.

"Istirahat sebentar. Sudah 3 minggu aku berjalan dari ujung barat sampai ujung timur," kataku sembari meminta Angin duduk di sebelahku. Panas.

"Ck. Kamu pikir ini main-main? Benar-benar mau aku jalan sendiri rupanya?"

Aku menatapnya malas. "Main-main? Lihat Air di sana. Jalan-jalan ke tempat yang bukan miliknya. Aku jalan karena itu sudah tugasku. Sedangkan Air? Hanya bisa mengikuti kehendak manusia."

Dia menatapku marah. Angin menggeleng kepadaku, 'Jangan cari masalah,' kurang lebih begitu katanya.

"Ingat, kamu tidak bisa jalan tanpa aku. Kalau kau jalan sendiri... astaga! Mau dunia cepat berakhir, ya?!"

Aku berteriak pada Petir yang sudah berjalan tanpa menghiraukanku. Ia hanya melambaikan tangan kanannya tanpa menoleh. Aku berlari meninggalkan Angin dan segera menahannya.

"Baik lah. Kita akan pergi bersama. Tapi tunggu 4 jam lagi. 4 jam saja, ya?"

Sial. Aku tidak suka memohon, tapi keparat di depanku ini kepalanya lebih keras dari Meteor. Daripada dia berjalan sendirian dan menggegerkan semesta?

"4 jam? Kenapa harus 4 jam?" tanyanya memimik ekspresiku, malas.

"Gerhana akan datang. Hanya 4 jam. Sabar. Lalu setelah itu kita jalan bersama-sama."


*****


Jtn, 10/1/2020

4 jam sebelum gerhana, 21.01

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman

Membaca buku Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman , seperti membaca catatan perjalanan yang diabadikan karena tahu dua puluh tahun ke depan, pembaca mungkin tidak akan ingat siapa yang melakukan perjalanan. Bersama dengan empat bapak bangsa Republik Indonesia lainnya, Sukarno, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir; Tempo menerbitkan serial monograf Bapak Bangsa: Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman. Kalau biografi biasanya dirunutkan dari hari kelahiran hingga kematian, buku ini lebih berfokus pada tempat-tempat berkesan bagi Hatta dan teman-teman seperbuangan nya. Lain waktu menghasilkan cerita, tapi tempat menghasilkan cerita. Seperti prolognya, kita akan bertamasya sejarah bersama Bung Hatta. Saat membaca buku ini, kita akan dibawa ke tempat-tempat Hatta menghabiskan waktu dengan buku-bukunya. Dari Bukit Tinggi sampai ke Rotterdam, hingga ke pengasingan di Banda Neira. Dari menguatkan pondasinya sebagai seorang Muslim dan berkenalan dengan buku, hingga mempertahankan prinsip sebagai akademisi di...

Pengalaman Seleksi CPNS 2021 – Seleksi Administrasi

Lulus Februari 2021, saya langsung tancap keyboard , melamar ke berbagai perusahaan lewat platform jobseeker online , bersaing dengan 3000 lebih pelamar di setiap perusahaannya. Kalau dihitung lebih dari 100 perusahaan yang saya lamar, menyesuaikan CV berkali-kali, tapi nihi l. Bisa dihitung jari yang masuk tahap wawancara . Orang tua memang sudah dari awal saya lulus berharap untuk saya ikut seleksi PNS karena kasihan melihat saya yang dari SD selalu berkegiatan penuh seharian, saat itu leyeh-leyeh di rumah berbulan-bulan😂 Akhirnya, sambil tetap melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan, saya berbakti pada orang tua dengan ikut mendaftar seleksi CPNS. Perlu diketahui bahwa proses seleksi CPNS ini dari pengumuman satu ke pengumuman lainnya sangat panjang jedanya, bisa hampir 1 bulan tanpa kepastian. Setiap hari ibu saya menanyakan apa pendaftaran sudah dibuka, setelah pendaftaran, ibu saya menanyakan setiap hari kapan pengumuman seleksi administrasi, lalu setelah lolos ibu saya a...