Langsung ke konten utama

#Ngabubuwrite - Day 3: Masker


Maskermu menutupi apa?

Maskerku menutupi wajah, sebentar, sebagai bentuk usaha biar bitnik kecil dan noda hitam di wajahku hilang.

Masker tetangga sebelahku menutupi wajah juga, biar bakteri yang keluar dari batuknya tidak menulari tetanggaku di depan kamarnya, yang memakai masker untuk menutupi wajahnya, biar tidak terkena bakteri yang keluar dari mulut tetangga seberangnya.

Masker guru bahasaku menutupi wajahnya, semuanya, biar lebam-lebam di sisi bibirnya juga di ujung matanya tidak terlihat orang-orang.

Masker kakak tingkatku juga menutupi wajahnya, biar sedihnya tidak menulari teman sekelompok tutornya.

Masker teman kelasku beda lagi, dipakai untuk menutupi kakinya, biar lecet dan kapalan hasil jalan hampir satu jam dari kosan ke kampus tidak terlihat dan mengganggu teman-teman di kelas.

Lalu ada, masker temanku yang lain, ia suka pesta, makan bersama, belanja bersama, apapun dilakukan bersama-sama; untuk menutupi teriakan kedua orang tuanya yang jarang menoleh saat ia pulang dengan sedikit sadar.

Ada lagi masker penjual gorengan di dekat belokan kampus, diletakkan di atas dompet dengan bungkus plastik gorengan, entah untuk menutupi uang di dalamnya atau menutupi kebenaran kalau semakin berjalan tahun ini, semakin sepi pula uang yang masuk ke dompetnya.

Ternyata, masker bukan hanya untuk menutupi wajah.



*****

Jtn, 26/4/2020; 17.30

Komentar