Langsung ke konten utama

#Ngabubuwrite - Day 2: Obeng


Pernah merasa seperti obeng?

Kalau iya… ah, kamu beruntung, sepertiku, yang saat ini menatap pakaian yang digantung dalam lemarinya dengan sedikit sombong. Mungkin baju-baju pesta itu sedang iri denganku.

Hari ini aku dipanggil untuk membersihkan kipas. Tugasku sderhana, memisahkan baut dan mur agar jala kipas bisa lepas satu sama lain. Aku berdebu, lalu dibersihkan. Maklum, lama sudah tidak dipakai. Terakhir kali 3 tahun lalu, saat membantu Si Nona Tinggi membersihkan kipas angin juga.

Bertahun-tahun diabaikan membuat debuku seperti menyatu dengan ujung mataku. Kadang aku ingin merobek plastik yang membungkusku dan beberapa temanku yang lain, tapi salah satu temanku, paku, pernah bilang, “Pada saatnya kita akan dibutuhkan, dan kita akan lebih bersyukur karena kita dibutuhkan, bukan diinginkan.”

Aku tidak mengerti maksud paku saat itu, tapi melihat baju-baju di lemari dan di atas tempat tidur berukuran raja itu, aku jadi mengerti. Aku dibeli –eh, tidak sih, ayah Si Nona Tinggi memberikan aku padanya 3 tahun lalu— karena aku dibutuhkan, bukan karena haus mata yang akan bosan saat sudah lama.

Setelah kipas ini selesai dibersihkan dan dipasang, aku akan kembali ke tempatku bersama teman-temanku yang lain, dan mungkin berdebu lagi selama beberapa tahun.

Jadi biarkan aku menyombongkan diri pada baju-baju pesta di dalam lemari. Hehe. Aku dibutuhkan! Entah besok, bulan depan, satu tahun atau bahkan sepuluh tahun lagi.

*****

Jtn, 25/4/2020; 17.40

Komentar