Langsung ke konten utama

Postingan

Hidup dan Beriman: Refleksi dari Sebuah Pilihan

"Kalau tentang pemikiran-pemikiran bunuh diri dan destruktif bagaimana?" "Hmm... Kalau itu sebenernya saya bisa mengendalikan sendiri. Pikiran-pikiran bunuh diri itu memang selau terlintas setiap hari, tapi saya tahu saya gak akan melakukannya karena memang saya tidak berniat untuk itu, hanya sekadar pemikiran yang biasa lewat." Lalu pembahasan kami beralih ke pikiran negatifku yang lain. Yang sangat banyak. Tapi saat itu aku sadar, kalau sebenarnya aku capable untuk memilih . Ternyata aku bisa dengan sadar memilah hal-hal yang menjagaku tetap dalam koridor yang tepat, dalam kasusku, menahan diri untuk tidak mati. Jumat lalu kebetulan baca arti Al-Kahfi, di ayat 29 ada potongan, "...Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir. Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta...

#30 di 2020: Leaving

Zhu menggeleng dan tersenyum pada lelaki di hadapannya. Ia meraih tangan kekar itu dan menyelipkan selembar kertas ke sana sebelum berbalik dan menaiki van yang dikemudikan saudarinya. Zhu pergi, meninggalkan Sam dan pantai timur yang sama-sama sunyi. Sam membuka pelan lembaran yang diberikan Zhu. " Because what really matter is to live. And if we do, there will be nothing to forgive." ***** Jtn, 30/1/2020 23.30

#29 di 2020: Aurora

Berjalan di bawah the northern lights adalah impian Aurora. Sejak perginya Putri, ia berjanji untuk pergi ke Norwegia, tribut untuk adik kembarnya. Putri selalu suka northern lights , Aurora malah lebih suka milky way . Pun begitu, mereka berusaha mewujudkan impian satu sama lain. Sekarang Putri tidak bisa membantu mewujudkan mimpinya. Aurora akan mewujudkan mimpinya, dan mimpi Putri. "Aurora berdiri di bawah aurora," membuatnya menoleh. Viktor berdiri dengan gagahnya mengangkat kamera, memotret kedua Aurora di hadapannya. "Putri pernah cerita padamu tentang aku?" Aurora menjawabnya dengan pertanyaan, berselimut bahasa Norwegia amatiran. Viktor tersenyum, "Dia pernah cerita punya kakak bernama Aurora, yang lebih tertarik pada milky way ." Aurora ikut tersenyum, "Ternyata Aurora indah juga." Viktor tertawa, kembali memotret aurora. "Aku harap Putri di sini sekarang. Dulu Putri selalu bertanya tentang Tromso begini, Tromso b...

#28 di 2020: Casual

Doon adalah orang yang hampir di setiap saat hidupnya berterus terang. Entah dengan jawaban pilihan ganda maupun lewat pertimbangan panjang. Seperti yang sudah pernah Una ceritakan sebelumnya, Doon selalu berterus terang dengannya. Kadang hal itu membuat Una berteriak dalam hati dan jari-jarinya jadi keriting. Kadang juga membuat Una tersenyum, tentang betapa casual - nya Doon dalam berterus terang. "Na, make up -mu terlalu tebal." "Na, warna bajunya tidak bagus." "Kurang asin. Tapi apapun yang kamu buat akan selalu kumakan." Atau "kosongkan waktu minggu depan ya, Na. Aku akan datang melamar," saat ia sedang sibuk membantu membetulkan printer 3D milik Una yang rusak. Saat itu Una hanya bisa menatap lama Doon yang tidak mengalihkan pandangan dari printer 3Dnya. Pun akhirnya Una mengangkat bahu sambil tertawa kecil. "Oke." ***** Jtn, 28/1/2020 23.33

#27 di 2020: Konspirasi

Pernah merasa seluruh dunia berkonspirasi melawanmu? Itu yang Fe rasakan tiga bulan ke belakang. Kaki seperti roti isi, di antara aspal dan mobil yang terbalik; tidak boleh (dulu) kembali kerja lapangan; punya orang tua yang tidak siap kalau dirimu ada di pekerjaan antara hidup dan mati, membangkang perintah kapten untuk memulihkan diri di rumah, memilih keluar bekerja sebagai bentuk protes karena tidak diizinkan kembali ke lapangan. Kalau Fe ingin berpikir lebih jauh, sebenarnya ia yang berkonspirasi melawan dirinya sendiri. Lihat, sekarang ia ada di seaworld , jadi babysitter rekan kerjanya, Dru. Si kecil ajaib Koko yang tak bisa berjalan dengan normal, pun senyumnya tidak pernah hilang. "Koko, kalau udah besar mau jadi apa?" Fe memelintir punggung kaos Koko yang sedang bersandar pada kaca yang membatasinya dengan para hewan laut di kolam besar, biar tidak jatuh. "Astronot, pesulap." Fe mengangguk sambil mengunyah snack -nya. "Keren." "Pemadam ...

#26 di 2020: Potongan Melawan Takdir

Apa kamu percaya saat kamu berdiri diam di keramaian lalu matamu bertemu pandang dengan seseorang di sisi yang lain, artinya kamu dan orang itu ditakdirkan bersama? Aku ingin sekali mengubah kepercayaan itu.   Bayangkan saja, enam bulan terakhir aku sudah bertemu pandang dengan tiga wanita berbeda. Masa, aku harus menikahi ketiganya? Aringga adalah anak kumpulan pertama yang mengalaminya. Saat aku kehilangan jejaknya yang biasa membuntutiku di pasar, aku kembali dan menemukannya terpaku menatap lurus ke depan, di tengah kerumunan warga desa lalu lalang. Aku menepuk punggungnya dan dia memarahiku karena mengalihkan pandangannya. “Aku baru saja kehilangan jodohku gara-gara kamu,” dan aku mengabaikannya. Jodoh tak akan ke mana. Pun aku meninggalkannya, siapa tahu dia bertemu pandang lagi dengan orang lain, jadi jodohnya akan ada banyak sepertiku. ***** Sekretariat BPM Kema, 26/1/2020 21.49

#25 di 2020: Perbedaan

Pernah berpikir kenapa dua kebudayaan berbeda bisa menyatu dalam harmoni? Di bangsal ini, sulit untuk mengerti kata-kata perawat yang menurut telinga Ze seperti kereta lewat. Tapi di akhir kunjungan rutinnya, Ze dan perawat itu bisa tersenyum satu sama lain. Ze akan melihat perawat itu pergi ke tempat tidur lain dan melakukan pengecekan sambil mengajak pasiennya berbicara. Pasiennya hanya mengangguk. Tentu ia tak akan mengerti perawat itu. Ia datang dari tempat yang lebih jauh dari Ze dan orang-orang di bangsal ini. Ze pernah melihat si kecil An bermain dengan salah satu tentara dari barat, menendang bola bersama, walau An menendang dengan kruknya. Mereka saling tertawa. Tentara itu akan menanyakan bagaimana kaki An. An akan menjawab bahwa sebelumnya ia pernah jadi penyerang dan membawa timnya ke pertandingan kecamatan. Tentu si tentara tidak tahu apa yang An bicarakan, dan An juga tidak tahu apa yang si tentara bicarakan. Tapi, hei, yang penting mereka berinteraksi dengan baik, bukan...