Langsung ke konten utama

Postingan

Kesalah Pahaman

Hari ini aku akan sedikit membahas tentang penyalah gunaan. Ya, penyalah gunaan adalah virus yang sedang marak-maraknya beterbangan di Indonesia saat ini, seperti penyalah gunaan dana BOS di mana ya, lupa, yah, pokoknya banyak penyalah gunaan yang sedang nge-trend saat ini. Tapi akankah lebih baik jika ditelusuri mulai dari hal-hal kecil. Contohnya, nah, yang ini curcol, haha... Jadi, saya tergabung ke dalam beberapa grup facebook, nah, ada beberapa yang isinya adalah grup fan page yang saya dimasukkan kedalamnya, saya sih terserah saja, ada juga yang saya sengaja masuk, tapi khusus untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti keagamaan, politik, kata mutiara, saya masuk ke dalam grup itu supaya mendapatkan berbagai manfaat dan mengasah kepintaran mendeteksi suatu masalah. Dan sayangnya, ketika satu pemicu yang sebenarnya sangat bermanfaat dipublikasikan, yang lain datang dengan mempublikasikan hal yang berhubungan tetapi dalam arti lain dan kepentingan sendiri. Misal *curcol lagi, j...

Aku-Chairil Anwar

Chairil Anwar Kalau sampai waktuku... Kumau tak seorang kan merayu... Tidak juga kau... Tak perlu sedu sedan itu...                                                                                    Aku ini binatang jalang... Dari kumpulan yang terbuang... Walau peluru menembus kulitku... Aku tetap meradang... Menerjang... Luka dan bisa kubawa berlari... Berlari... Hingga hilang   pedih perih... Dan aku akan lebih tidak peduli... Aku mau hidup seribu tahun lagi...

On Children-Khalil Gibran-Indonesian Version

Khalil Gibran Anakmu bukanlah milikmu Mereka adalah putra-putri Sang Hidup Yang rindu akan dirinya sendiri Mereka lahir lewat engkau Tetapi bukan dari engkau Merek ada padamu Tetapi bukan milikmu Berikanlah mereka kasih sayangmu Namun jangan sodorkan pemikiranmu Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri Patut kau berikan rumah bagi raganya Namun tidak bagi jiwanya Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan Yang tiada dapat kau kunjungi Sekalipun dalam mimpi Engkaulah busur asal anakmu Anak panah hidup Melesat pergi Sang Pemanah membidik sasaran keabadian Dia merentangkanmu dengan kuasa-Nya Hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat Bersukacitalah dalam rentangan Sang Pemanah Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat Sebagaimana dikasihi-Nya pula busur yang mantap

Kisah Seorang Pendaki

Cerita ini pertama kali aku dengar Ramadhan 2 tahun yang lalu di sebuah stasiun radio di Purworejo, karena aku agak lupa judul dan detailnya, jadi aku buat ulang dengan sedikit banyak perubahan. **** George Stevanson, pendaki berdarah Belanda-Kanada itu menatap tumpukan salju di depannya, menyingkirkan tumpukan salju itu, tanpa ada rasa takut akan badai salju yang sepertinya akan datang sebentar lagi. Mr. Stevan, siapa yang tak mengenalnya? Lelaki muda berumur 29 tahun yang telah mendaki berbagai pegunungan di dunia, badai, panas, tak pernah bisa menghalanginya. Karena itu dia juga di kenal sebagai pendaki yang egois dan keras kepala. Awan semakin gelap, salju makin bertambah banyak turun, namun ia malah mengeluarkan sebilah pisau tajam dan terus mendaki, memanjat tebing, dan tiba-tiba... ===== Matanya mulai terbuka, menatap sekeliling, dan setelah ia sadar, dia berteriak sekencang-kencangnya sambil memberontak, saat ia sadar ia tergantung pada tebing di ketinggian yang ia ...

On Children-Khalil Gibran-English Version

Kahlil Gibran Your children are not your children. They are the sons and daughters of Life's longing for itself. They come through you but not from you, And though they are with you yet they belong not to you. You may give them your love but not your thoughts, For they have their own thoughts. You may house their bodies but not their souls, For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams. You may strive to be like them, but seek not to make them like you. For life goes not backward nor tarries with yesterday. You are the bows from which your children as living arrows are sent forth. The archer sees the mark upon the path of the infinite, and He bends you with His might that His arrows may go swift and far. Let your bending in the archer's hand be for gladness; For even as He loves the arrow that flies, so He loves also the bow that is stable.

Untuk Ibu

Assalamu'alaikum, aku disini untuk membuat sebuah cerpen, kalau kalian lihat ini seperti karya orang lain, itu salah, aku memang terinspirasi dari kisah orang lain, dibaca, ya, semoga bermanfaat ***** Panas, aku membaringkan tubuhku di tempat tidur rumahku, launching buku tadi membuatku lelah luar biasa. Aku menatap lemari yang penuh dengan piala milikku, tiba-tiba kakiku melangkahkan dirinya ke lemari itu, aku tatapi satu persatu, dan tertuju pada sebuah piala usang, aku mengambilnya membersihkannya dari debu, menatapnya, dan mulai membuka kembali lembaran memoriku... Flash Back: Yeah!!! Aku senang sekali hari ini... Akhirnya setelah satu bulan mempersiapkan diri, akhirnya aku bisa mendapatkan juara I lomba menulis cerpen se-kabupaten, dan Insya Allah, 2 bulan lagi, aku akan maju ke tingkat provinsi. Alhamdulillah... Aku sudah tidak sabar ingin memberitahukan hal ini kepada ayah dan ibu di rumah, aku membayangkan mereka berdua pasti tersenyum bangga padaku. Di rumah... ...

Ramuan Berharga

By: Rizki Amalia Tahukah kamu apakah ramuan berharga itu? Yaitu ramuan yang bisa buat orang saling cinta Cinta kepada Allah Cinta kepada makhluk Allah Cinta kepada dunia Cinta kepada akhirat Tahukah kamu apa yang menjadi ramuan berharga itu? Ramuan berharga adalah Iman Ramuan berharga adalah Islam Ramuan berharga adalah Ihsan Iman, Islam, Ihsan Kita berpegang teguh terhadap ketiganya Tetapi apakah saat ini... Masih ada orang yang berpegang teguh pada ketiganya? Aku tak bisa menjawabnya Hanya Allah yang tahu Tetapi aku tahu... Bahwa orang yang berpegang teguh pada Iman, Islam, dan Ihsan Akan mendapat kasih sayang yang lebih dari apapun Kasih sayang dari makhluk-Nya Dan tentu kasih sayang dari Allah