Langsung ke konten utama

Dari Langit


Sepertinya cuma dia yang tahu kalau aku dan angin bertengkar pagi ini.
Pasalnya cuma dia yang menyambutku pulang dengan senyuman miring seakan berkata, "Kan, sudah kubilang. Lihat apa yang kau perbuat."
Dan aku hanya memutar bola mataku, sambil mengikuti arah pandangnya.

Dari bawah sana, mungkin pohon merasa angin melampiaskan kemarahan padanya.
Tapi menurut burung-burung gereja yang asyik bertengger menikmati sore, angin melampiaskan kemarahannya pada si bapak tukang sapu jalan.
Lain lagi menurut air. Ah, sebenarnya air tidak menebak siapa melampiaskan kemarahan pada siapa. Air sudah cukup sebal mesti membawa dedaunan ke hilir.

Lalu aku kembali menatapnya dan menaikkan pundakku.
"Salahkan angin merusak pertemuan dua anak manusia itu."

Dia malah tertawa kecil, membuat langit di timur menyala kekuningan.

"Astaga. Bukankah lebih banyak orang yang berpisah karena hujan dibanding karena angin?"

Salahkah aku jika aku memanggil dan berkolaborasi dengan api hari ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman

Membaca buku Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman , seperti membaca catatan perjalanan yang diabadikan karena tahu dua puluh tahun ke depan, pembaca mungkin tidak akan ingat siapa yang melakukan perjalanan. Bersama dengan empat bapak bangsa Republik Indonesia lainnya, Sukarno, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir; Tempo menerbitkan serial monograf Bapak Bangsa: Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman. Kalau biografi biasanya dirunutkan dari hari kelahiran hingga kematian, buku ini lebih berfokus pada tempat-tempat berkesan bagi Hatta dan teman-teman seperbuangan nya. Lain waktu menghasilkan cerita, tapi tempat menghasilkan cerita. Seperti prolognya, kita akan bertamasya sejarah bersama Bung Hatta. Saat membaca buku ini, kita akan dibawa ke tempat-tempat Hatta menghabiskan waktu dengan buku-bukunya. Dari Bukit Tinggi sampai ke Rotterdam, hingga ke pengasingan di Banda Neira. Dari menguatkan pondasinya sebagai seorang Muslim dan berkenalan dengan buku, hingga mempertahankan prinsip sebagai akademisi di...

Pengalaman Seleksi CPNS 2021 – Seleksi Administrasi

Lulus Februari 2021, saya langsung tancap keyboard , melamar ke berbagai perusahaan lewat platform jobseeker online , bersaing dengan 3000 lebih pelamar di setiap perusahaannya. Kalau dihitung lebih dari 100 perusahaan yang saya lamar, menyesuaikan CV berkali-kali, tapi nihi l. Bisa dihitung jari yang masuk tahap wawancara . Orang tua memang sudah dari awal saya lulus berharap untuk saya ikut seleksi PNS karena kasihan melihat saya yang dari SD selalu berkegiatan penuh seharian, saat itu leyeh-leyeh di rumah berbulan-bulan😂 Akhirnya, sambil tetap melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan, saya berbakti pada orang tua dengan ikut mendaftar seleksi CPNS. Perlu diketahui bahwa proses seleksi CPNS ini dari pengumuman satu ke pengumuman lainnya sangat panjang jedanya, bisa hampir 1 bulan tanpa kepastian. Setiap hari ibu saya menanyakan apa pendaftaran sudah dibuka, setelah pendaftaran, ibu saya menanyakan setiap hari kapan pengumuman seleksi administrasi, lalu setelah lolos ibu saya a...