Langsung ke konten utama

Ibu-Ibu di Rumah Sakit

Terima kasih,
Untuk ibu yang rela menembus hujan
Untuk ibu yang rela menyalip truk-truk gandeng
Untuk ibu yang rela menelpon ambulan
Untuk ibu yang rela membopong putrinya ke UGD

Terima kasih,

Untuk ibu yang rela menunggui tidur si sulung
Untuk ibu yang rela mengantri berjam-jam demi obat si bungsu
Untuk ibu yang rela terjaga semalaman demi melihat anaknya tidur dengan nyaman di ruangan putih berbau khas

Terima kasih,
Untuk ibu yang rela mengantarkan si sulung ke tempat parkir setelah menjenguk si bungsu
Untuk ibu yang rela memandikan putranya yang terbaring tanpa daya
Untuk ibu yang rela membuang kotoran anaknya tanpa keluh kesah
Untuk ibu yang sering bolak-balik ke apotek untuk memenuhi kebutuhan anaknya

Terima kasih,
Untuk ibu yang tetap tersenyum di hadapan si kecil dalam sakitnya
Untuk ibu yang tetap memikirkan anaknya di tengah kesibukan terapi
Untuk ibu yang tetap mendongengkan si bungsu saat rambutnya makin menipis
Untuk ibu yang tertidur di samping si manis dengan tubuh terbalut selang-selang

Terima kasih,
Untuk ibu yang selalu punya waktu untuk menelpon kesayangannya di sela praktiknya
Untuk ibu yang selalu menyiapkan bekal sekolah anaknya saat harus berangkat bertugas
Untuk ibu yang selalu menyanyikan lagu tidur untuk si kecil di tengah shift malamnya

Terima kasih, Ibu.




Bekasi, 15 Februari 2014. 22:08
#saatakusakit

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman

Membaca buku Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman , seperti membaca catatan perjalanan yang diabadikan karena tahu dua puluh tahun ke depan, pembaca mungkin tidak akan ingat siapa yang melakukan perjalanan. Bersama dengan empat bapak bangsa Republik Indonesia lainnya, Sukarno, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir; Tempo menerbitkan serial monograf Bapak Bangsa: Hatta, Jejak yang Melampaui Zaman. Kalau biografi biasanya dirunutkan dari hari kelahiran hingga kematian, buku ini lebih berfokus pada tempat-tempat berkesan bagi Hatta dan teman-teman seperbuangan nya. Lain waktu menghasilkan cerita, tapi tempat menghasilkan cerita. Seperti prolognya, kita akan bertamasya sejarah bersama Bung Hatta. Saat membaca buku ini, kita akan dibawa ke tempat-tempat Hatta menghabiskan waktu dengan buku-bukunya. Dari Bukit Tinggi sampai ke Rotterdam, hingga ke pengasingan di Banda Neira. Dari menguatkan pondasinya sebagai seorang Muslim dan berkenalan dengan buku, hingga mempertahankan prinsip sebagai akademisi di...

Hidup dan Beriman: Refleksi dari Sebuah Pilihan

"Kalau tentang pemikiran-pemikiran bunuh diri dan destruktif bagaimana?" "Hmm... Kalau itu sebenernya saya bisa mengendalikan sendiri. Pikiran-pikiran bunuh diri itu memang selau terlintas setiap hari, tapi saya tahu saya gak akan melakukannya karena memang saya tidak berniat untuk itu, hanya sekadar pemikiran yang biasa lewat." Lalu pembahasan kami beralih ke pikiran negatifku yang lain. Yang sangat banyak. Tapi saat itu aku sadar, kalau sebenarnya aku capable untuk memilih . Ternyata aku bisa dengan sadar memilah hal-hal yang menjagaku tetap dalam koridor yang tepat, dalam kasusku, menahan diri untuk tidak mati. Jumat lalu kebetulan baca arti Al-Kahfi, di ayat 29 ada potongan, "...Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir. Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta...

Adik Asuh

Guru baru itu membuat banyak perubahan. Abu Sopian namanya. Biasa kami panggil pak Abu. Banyak program-program yang dibuatnya di SDIT Al-Kautsar. Stroke ringan yang dideritanya tak membuatnya malas-malasan di kantor sekolah. Tetap gigih mengajar dari kelas 1-6, dan menjadi guru PAI kelas 6. Manusia luar biasa...